LIKE....LIKE...LIKE.....

Selasa, 04 Juni 2013

Tools Monitoring Jaringan

1. Pengertian Monitoring Jaringan Komputer Monitoring Jaringan Komputer adalah proses pengumpulan dan melakukan analisis terhadap data-data pada lalu lintas jaringan dengan tujuan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki Jaringan Komputer. Monitoring jaringan ini merupakan bagian dari manajemen jaringan. Monitoring Jaringan Komputer dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
a. Connection Monitoring Connection monitoring adalah teknik monitoring jaringan yang dapat dilakukan dengan melakukan tes ping antara monitoring station dan device target, sehingga dapat diketahui bila koneksi terputus.
b. Traffic Monitoring Traffic monitoring adalah teknik monitoring jaringan dengan melihat paket aktual dari traffic pada jaringan dan menghasilkan laporan berdasarkan trafficjaringan.
2. Tujuan Monitoring Jaringan Komputer Tujuan Monitoring Jaringan Komputer adalah untuk mengumpulkan informasi yang berguna dari berbagai bagian jaringan sehingga jaringan dapat diatur dan dikontrol dengan menggunakan informasi yang telah terkumpul. Dengan begitu diharapkan jika terjadi touble atau permasalahan dalam jaringan akan cepat diketahui dan diperbaiki sehingga stabilitas jaringan lebih terjamin. Berikut ini beberapa alasan utama dilakukan monitoring jaringan : • Untuk menjaga stabilitas jaringan. • Sulit untuk mengawasi apa yang sedang terjadi di dalam jaringan yang memiliki sejumlah besar mesin (host) tanpa alat pengawas yang baik. • Untuk mendeteksi kesalahan pada jaringan, gateway, server, maupun user. • Untuk memberitahu trouble kepada administrator jaringan secepatnya.Mempermudah analisis troubleshooting pada jaringan. • Mendokumentasikan jaringan.
3. Tahapan Monitoring Jaringan Komputer Secara garis besar tahapan dalam sebuah sistem monitoring terbagi ke dalam tiga proses besar, yaitu: 1. Proses di dalam pengumpulan data monitoring. 2. Proses di dalam analisis data monitoring. 3. Proses di dalam menampilkan data hasil monitoring. Sumber data dapat berupa network traffic, informasi mengenai hardware, atau sumber-sumber lain yang ingin diperoleh informasi mengenai dirinya. Proses dalam analisis data dapat berupa pemilihan data dari sejumlah data telah telah terkumpul atau bisa juga berupa manipulasi data sehingga diperoleh informasi yang diharapkan. Sedangkan tahap menampilkan data hasil monitoring menjadi informasi yang berguna di dalam pengambilan keputusan atau kebijakan terhadap sistem yang sedang berjalan dapat berupa sebuah tabel, gambar, gambar kurva, atau dapat juga berupa gambar animasi. Aksi yang terjadi di antara proses-proses yang ada di dalam sebuah sistem monitoring adalah berbentuk service, yaitu suatu proses yang terus-menerus berjalan pada interval waktu tertentu. Proses yang dijalankan dapat berupa pengumpulan data dari objek yang di-monitor, atau melakukan analisis data yang telah diperoleh dan menampilkannya. Proses yang terjadi tersebut bisa saja memiliki interval waktu yang berbeda. Contoh interval waktu di dalam pengumpulan data dapat terjadi tiap lima menit sekali. Namun pada proses analisis data terjadi tiap satu jam sekali karena untuk menghasilkan informasi yang diharapkan membutuhkan lebih dari satu sampel data, misal untuk nilai rataan data (AVERAGE) dengan sebanyak 60 sampel data.
4. Software yang digunakan Pada dasarnya banyak sekali software baik itu freeware maupun berbayar yang digunakan untuk melakukan monitoring jaringan. Beberapa software yang bisa digunakan adalah Cacti, Capsa, Passmark wirelessmon, inSSIDer, netStumbler, NetTools dan lain lain. Untuk informasi lengkap mengenai software/ tools monitoring jaringan bisa diakses di sini Namun pada umumnya software tersebut memiliki fungsi yang sama yaitu digunakan untuk melihat beberapa paramaeter jaringan seperti network hardware, IP Address, status, distance, data traffic, operating system yang digunakan, hostname, netBIOS name, netBIOS user, SNMP status dan Trap.
http://http://blogerahman.staff.unisbank.ac.id/
http://www. unisbank.ac.id

Minggu, 07 April 2013

uniprocessor operating system

Uniprocessor Sistem Operasi Sebuah tumpukan tugas dan pointer konteks dalam blok control tugas (TCB) dilaksanakan untuk memberikan konteks switching lebih efisien. Selain itu, beberapa rutinitas yang masing-masing menyimpan atau mengembalikan kombinasi tertentu diimplementasikan register volatile.Suatu tugas dapat menyimpan dalam blok kontrol tugasnya pengenal rutin untuk memilih dari rutinitas beberapa seperangkat rutinitas untuk menyimpan dan memulihkan register volatil selama konteks switching. Pada terjadinya suatu peristiwa yang dapat menyebabkan context switch scheduler digunakan untuk memilih berdasarkan identifier rutin yang hanya menghemat register digunakan oleh tugas, dengan demikian,mengurangi overhead eksekusi. Para register disimpan pada tumpukan tugas dan pointer konteks untuk register disimpan dalam TCB tersebut. Dalam hal konteks beralih diperlukan, tidak perlu untuk menyalin register untuk TCB karena pointer konteks dalam TCB tersebut. Sebuah non-volatile mendaftar indikator yang menunjukkan apakah non-volatile register yang digunakan disimpan dalam blok kontrol tugas. Non-volatile register hanya disimpan jika digunakan, juga mengurangi overhead eksekusi. Selain itu, tempat penyimpanan diimplementasikan untuk menyimpan konteks tugas untuk tugas ketika terganggu selama konteks beralih masuk Setelah terjadinya interrupt konteks tugas disimpan di tempat penyimpanan. Jika interupsi mengarah ke tugas kedua yang memiliki prioritas lebih tinggi yang dibuat siap, tugas kedua diaktifkan tanpa terlebih dahulu kembali beralih-dalam tugas. OS untuk system terdistribusi & uniprocessors sangat mirip karena mereka bertindak sebagai manajer sumber daya untuk perangkat keras yang mendasarinya. Dual mode operasi ini ther di uniprocessor OS dan dual-mode menyebabkan OS monolitik (semua OS berjalan dalam mode kernel). OS Uniprocessor terdiri dari microkernels yang memiliki kelebihan dan kekurangan, seperti : ? Keuntungan: modul fleksibel dan user-level dapat didistribusikan. ? Kerugian: tantangan status quo, biaya IPC.